
JAWAN, TNI AL langsung menerjunkan dua kapal perang berkemampuan jelajah tinggi ke Laut Jawa. Langkah taktis ini diambil untuk merespons kehadiran kapal selam milik Angkatan Laut Pakistan yang terdeteksi mengarungi perairan Jakarta.
Aksi tersebut menjadi bagian dari manuver puncak latihan bersama bertajuk “Teman E Bahr” pada Jumat (22/5).
Kehadiran kapal selam bersenjata torpedo bernama PNS Hangor itu langsung disambut oleh kekuatan unsur pemukul garis depan TNI AL.Tidak tanggung-tanggung dalam menguji kesiapsiagaan prajuritnya, TNI AL mengerahkan KRI Bung Karno-369 serta KRI Wiratno-379. Tidak hanya unsur laut, satu unit helikopter Panther HS-1311 juga ikut mengudara untuk mengawal jalannya latihan tempur dari langit Jakarta.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menegaskan, keberhasilan latihan ini merupakan bukti nyata dari kokohnya diplomasi maritim yang dibangun antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan.
“Latihan bersama ini merupakan bukti nyata dari kokohnya diplomasi maritim yang dibangun antara Indonesia dan Pakistan. Langkah strategis ini senantiasa didorong oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Jalasena,” ujar Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal, Jakarta, Sabtu (23/5).
Tunggul menambahkan, melalui latihan di berbagai tingkatan ini, TNI AL berkomitmen penuh untuk memperkuat interoperabilitas atau kemampuan operasi bersama, sekaligus mempererat persahabatan dengan angkatan laut negara sahabat.
Dalam latihan puncak di perairan Jakarta ini, kedua angkatan laut menguji ketangkasan antarunsur tempur lewat serangkaian simulasi berpola presisi tinggi.
Materi latihan pertama yang dilakoni adalah tactical maneuvering exercise atau latihan pergerakan formasi taktis. Di sini, KRI Bung Karno-369 dan KRI Wiratno-379 harus menyamakan ritme kecepatan dan posisi di atas air bersama kapal fregat PNS Taimur.
Setelah formasi tempur rapi, mereka melanjutkan dengan sesi photo exercise, yaitu mengambil dokumentasi taktis formasi laut dari udara menggunakan helikopter Panther HS-1311 untuk kepentingan strategi.Tidak hanya simulasi perang, kedua negara juga mengasah kemampuan kemanusiaan lewat search and rescue exercise.
Dalam simulasi ini, prajurit TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan memperagakan skenario penyelamatan dan pertolongan darurat terhadap korban yang jatuh atau hilang di tengah laut lepas. Latihan ditutup dengan farewell pass, sebuah tradisi penghormatan berpisah di laut sebagai tanda berakhirnya operasi bersama. (Arp)







