Kematian Tragis Kariawan PT Infineon Technologies Batam

Batam – Warga Perumahan Puri Agung 4 Tahap 2, Blok F1, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di dalam sebuah kamar kos, Selasa (27/10). Korban yang diketahui bernama Sunarti berasal dari Ende dan bekerja sebagai karyawan PT Infineon Technologies Batam tersebut, diduga telah meninggal dunia sejak hari Minggu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali terdeteksi dari aroma tidak sedap yang menyengat dari dalam tempat kos. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada warga sekitar dan aparat berwenang.

Bertus, warga sekitar menjelaskan bahwa korban sebelumnya sempat mengalami kecelakaan dan tengah menjalani masa cuti sakit (medical leave) yang cukup panjang untuk proses pemulihan.

Pantauan di lokasi kejadian, pihak kepolisian bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) telah berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan proses identifikasi awal.

Selanjutnya, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau guna pemeriksaan lebih lanjut. Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban. Diduga DibunuhKuat Dugaan Korban menjadi korban Pembunuhan. Karena ditemukan sejumlah luka tusukan di tubuh korban.

Ketua RT 04/RW 21, Wulandari, mengatakan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian menyebutkan adanya luka pada tubuh Sunarti. Di antaranya luka memar di bagian kepala dan sejumlah luka tusuk.

Menurut Wulandari, jumlah luka tusuk yang disebut mencapai 21 titik baru diketahui setelah jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tadi polisi baru memberikan informasi bahwa mayat perempuan itu diduga korban pembunuhan. Karena ada banyak luka tusuk dan memar,” kata Wulandari saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, saat petugas melakukan pemeriksaan awal di kamar kos, kondisi korban masih tertutup kain. Polisi kemudian melakukan dokumentasi terhadap posisi jenazah dan kondisi tempat kejadian perkara sebelum proses evakuasi.

“Jadi tadi di lokasi polisi hanya mengambil dokumentasi, dan posisi korban ditemukan, kebetulan saat ditemukan korban ditutupi kain,” ujarnya.

Wulandari menambahkan, informasi mengenai dugaan 21 luka tusuk dan memar di kepala tersebut diperoleh dari pihak kepolisian setelah jenazah tiba di rumah sakit.

Meski demikian, informasi tersebut belum menjadi kesimpulan resmi terkait penyebab kematian Sunarti.(Art)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts