
Jakarta, Sebelumnya KPK sempat tidak mengetahui keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim, Komisi Pemberantasan Korupsi meminta agar Silmy bertindak Kooperatif dan membantu proses penyelidikan.Usai dilakukan pemeriksaan silmy sah mengenakan rompi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diperiksa dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Wakil Menteri itu keluar dari ruang pemeriksaan KPK mengenakan rompi tahanan dengan tangan diborgol pada Kamis pukul 08.36 WIB, (4/6/2026).
Sebelumnya, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim menyerahkan diri Ke kantor KPK, setelah sempat tidak diketahui keberadaannya, Silmy Karim tiba di Gedung Merah Putih, Jakarta pada pukul 22.38 WIB. Silmy terlihat dikawal oleh empat orang berseragam berwarna hijau.
Beberapa ajudan Silmy sempat terlibat aksi dorong-dorongan dan adu mulut dengan media yang menunggu Silmy.
KPK sebelumnya menangkap 17 orang dalam operasi senyap yang digelar di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat, sejak pada Selasa (2/6/2026) malam.
OTT ini terkait dengan kasus dugaan pemerasan izin Tenaga Kerja Asing (TKA). Dari tujuh belas orang tersebut, tiga orang di antaranya adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Godam yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) KepulauanRiau, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Dirjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra, dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah juga pernah menjabat sebagaiKepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belakang Padang.
Jubir KPK Budi Prastyo mengatakan, 17 orang ditangkap KPK terdiri dari delapan merupakan penyelenggara negara dan PNS, dan sembilan orang dari swasta.
“2 orang swasta diamankan di wilayah Bali, kemudian 1 PN (Penyelenggara Negara) diamankan di wilayah Jawa Barat, yang merupakan Kakanwil Jawa Barat, Kakanwil Imigrasi Jawa Barat (Jaya Saputra). Kemudian pihak-pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya,” ujar dia.
Selain itu, Budi juga telah menyita sejumlah bukti. Rinciannya yaitu 7 mobil, 15 motor, dan 11 sepeda. “Selain itu juga tim mengamankan logam mulia dalam bentuk emas ada sekitar ratusan gram,” ujar dia.
KPK akan melakukan gelar perkara atau ekspose untuk menetapkan status hukum dari 17 orang yang diamankan. “Jadi kita sama-sama tunggu nanti pihak-pihak siapa saja yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dari peristiwa tertangkap tangan ini,” ucap dia. (**)







